Google+ Followers

Senin, 22 November 2010

....karena aku ingin menemui fajar......


"Senja....sebenarnya aku kagum padamu tapi tak jarang aku sering sebel dengan sikap2mu...", ucap Siang yang suatu ketika menemuiku. Waktu itu... aku sedang sibuk melipat tirai putih dan hendak menyimpannya "Maksudmu?" tanyaku sambil terus membenahi tirai putih ditanganku. "Ya heran saja...seperti yang kamu lakukan sekarang ini, jelas2 aku denger bahwa...kau akan membakar tirai putih yang berada di tanganmu itu.....sini biar kubantu membakarnya...!!"ucap siang dengan nada sedikit kesal.
"hmm...kupikir tidak perlu membakarnya...besok akan kupasang di jendela kamarku...itu akan jauh lebih berguna...:) " ucapku....
"Jangan katakan bahwa kamu telah memaafkannya...dan jangan katakan bahwa kamu masih menyayanginya....?" ucap siang padaku dengan penuh harapan bernada tanya.
akupun tersenyum...."ha..ha..ha...anggap saja ucapan mu tadi adalah tuduhan yang benar bagiku...karena hanya jawaban itu yang cukup bisa menghentikanmu agar aku tidak mendengar tuduhan2 selanjutnya darimu" jawabku kepada siang.

"ayolah senja....marahlah ketika kau memang berhak marah....menangislah ketika kau memang ingin menangis.....aku melihat dia mencaci makimu bahkan ketika kau sangat membelanya, aku menyaksikan mereka peniup cerita meninggalkanmu dan mengabaikanmu setelah mereka tiupkan segala cerita keluh kesah kepadamu....., aku menyaksikan lagi seseorang mengingkarimu dalam penerimaanmu terhadapnya....aku menyaksikan semuanya senja....,aku menyaksikan segala fitnah atas perjuanganmu!!"kenapa senja....??!!! kenapa....kau tidak marah seperti mereka yang marah2 kepadamu tanpa alasan yang sama sekali tidak ada benarnya menurutku?!!!"

Akupun berdiri....menatap siang...

Tahukah engkau siang...itu semuanya sudah menjadi tidak penting bagiku....
Aku tidak punya banyak waktu untuk memikirkannya bahkan meratapinya....
Coba lah kau lihat mereka...lihatlah mereka yang ditepi pantai itu....mereka sedang sangat bebahagia menungguku untuk hingga menemui malam, lihatlah mereka...mereka yang sudah duduk dihadapan hidangan buka puasanya...mereka menungguku untuk segera menemui malam....aku hanya punya jeda waktu yang tidaklah lama sepertimu....tidaklah lama seperti malam dan juga tidak selama pagi fajar....
Maka...kupikir itu semua tidaklah penting bagiku....,yang terpenting adalah..aku harus manfaatkan waktu ku yang singkat ini dengan sebaik-baiknya...untuk bisa membahagiakan mereka2 yang menungguku....
tidakkah kau lihat fotografer itu telah lama menungguku....demi tampilan gambar bagus untuk pekerjaannya....tidakkah kau lihat para crew film itu...hanya menungguku demi mendapatkan setting yang tepat.....
Aku harus tampil sebaik mungkin...agar mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.....
Dan kebahagiaan mereka jauuuh lebih penting dari masalah-masalah sepele yang kamu bicarakan tadi....."
jelasku kepada siang.....sambil terus melakukan tugasku.....

"Lalu apa yang kau harapkan dari semua itu??"tanya siang masih dengan nada agak kesal dan aku cukup tahu dia kesal karena sangat menyayangiku.

"Aku berharap Sang Pencipta Alam ini kelak akan mengabulkan sebuah permintaan yang hanya bisa dikabulkan yang jelas-jelas tidak bisa kuraih sendiri dengan tangan dan kakiku...."jawabku.

"Permintaan apakah itu?"tanya siang kepadaku

"Aku ingin bisa menemui fajar....dia adalah teman yang belum pernah kutemui....,tapi kamu dan malam selalu bercerita bahwa fajar adalah teman yang baik...sangat baik...dan sangat indah..,aku tahu bahwa aku tak bisa menemuinya...maka hanya menunggu mujizatNya lah aku bisa menemuinya....dan hanya dengan cara beginilah...aku selalu berdo'a semoga Allah akan mengabulkannya....."












Jumat, 29 Oktober 2010

LET'S PRAY FOR INDONESIA......


Hmm...menurutku Indonesia itu negara yang hebat...karena didalamnya terdapat rakyat yang hebat....

Wah..tumben ya aku menulis tentang Indonesia....:)

Menurutku rakyat Indonesia itu rakyat yang baik hati...dan memiliki tingkat solidaritas yang sangat tinggi...., ini terbukti jika terdapat ajang perlombaan yang menjadikan pooling sms sebagai penentu pemenangnya....
Maka rakyat Indonesia akan lebih memperhatikan dari latar belakang kehidupan sosial dan memenangkannya....daripada melihat dari segi kualitas.(bukan berarti pemenangnya tidak berkualitas lho...tapi terkadang justru yang juara 2, 3 , 4 sebenarnya memiliki kualitas yang lebih daripada sang juara,dimata juri dan dimata saya he3....)

Hey...kesannya..Indonesia berarti tidak mengedepankan kualitas ya??

Oh no....justru ini menunjukkan bahwa rakyat Indonesia adalah rakyat yang sangat berkualitas...., mereka tidak memikirkan mutunya...tapi mereka jauh memikirkan...bagaimana cara menolong saudaranya...yang mungkin dalam pemikiran mereka akan sampai pada meningkatkan taraf hidup saudaranya......(sungguh nilai yang mulia dalam pemikiran yang sangat sederhana)
bahkan mereka sendiri sesungguhnya tidak mengenal akrab atau bahkan tidak hidup berdampingan dengan orang yang mereka jagokan lewat sms tersebut....

Hmm...begitu pula ketika terjadi bencana alam yang bertubi2 di negeriku ini....
Aku menyaksikannya.....,percakapan yang sangat sederhana....tapi sangat mengena....

tanggal 26 Oktober 2010, lagi2 negeriku diuji oleh tsunami yang menyapu mentawai...,dan beriringan dengan itu...gunung merapi yang berdiri kokoh di utara kawasan aku tinggal (Yogyakarta) juga diperintahkan olehNya untuk menguji kami lewat letusannya.
Letusan kali ini lebih besar dibanding tahun 2006 silam.

Dan aku menyaksikan percakapan sederhana ketika ikut mengumpulkan bantuan untuk korban merapi.....
Seseorang yang aku tahu sebenarnya dia sendiri hidup belum berkecukupan...menyeletuk ketika menyaksikan "perdebatan" penyaluran bantuan di TV.....dia bilang "walah kok malah do ribut kabeh....sing penting ki ndang ditulungi silak do mati..., ribut ki ora penting..." katanya sambil mengangkat barang2 ke atas bak pick up....,yang artinya "Wah kok malah pada ribut semua...yang lebih penting itu cepet2 menolong..keburu pada meninggal...ribut itu nggak penting..."
Kupikir itu ucapan sederhana dari pemikiran yang sederhana....tapi keputusan mengambil tindakan yang sangat tepat......

Hmm...kira-kira merapi masih mau meletus lagi nggak ya?
Ya Allah...ampunilah kami...redakan dan hentikan ujianMu lewat bencana2 ini....
Berilah kami kesempatan untuk memperbaiki, merawat dan memeliharanya kembali.....

Kali ini aku menulis tentang Indonesia...

Karena aku terlahir di sebuah negeri kepulauan yang bernama "INDONESIA".
Yups....negeri pertama yang aku kenal....dan kupijak....
Sebuah nama yang jarang sekali kusebut dalam setiap doaku...hiks..hiks...:(

LET'S PRAY FOR INDONESIA





Rabu, 20 Oktober 2010

Kasih sayang "khusus".......:)






Hmmm...paling sedih jika timbul perasaan...ibuku lebih cenderung ke si A, ayahku lebih cenderung ke si B.Terus si C dan si D...berdebat tentang, si A , B, C, D, E, F. Trus ayah ibuku marah sama si E tapi si C yang kena.....atau...pokoknya muter2 deh....nunggu giliran...he3...

He...he..inilah serunya punya saudara banyak. Kalau kumpul seru...kalau berantem tambah seruuu lagi...:))

Untungnya aku bukan yang termasuk anak yang terlalu meributkan kasih sayang. Meski kadang terbersit juga sih...kok kalau terhadap si E begitu ya...? (nah lhoooo bearti mikir juga dong he3...)

Untuk menghibur diri sendiri...jika perasaan yang disebut "iri, cemburu atau jealous" itu timbul...maka aku mencoba menerimanya sebagai...."Ah...mungkin itu semua karena ayah ibuku lebih tahu kelemahan masing-masing anaknya, mereka sangat mengenali anak-anaknya". Dan aku juga berpikir....seandainya aku diposisi mereka...belum tentu aku bisa membagi kasih sayang yang bisa dirasakan adil oleh anak2ku....:)....


Hingga suatu ketika...sekali lagi aku menemukan kalimat super dari Pak Mario Teguh yang harus dicopas (copy paste) di blog ku ini ;


Orang tua yang pilih kasih,
sebetulnya sedang merancang masa depan
yang lemah bagi anak emasnya.

Anak-anak yang seharusnya disayangi
...secara seimbang oleh orang tua,
tapi yang dinomor-akhirkan, akan langsung dan khusus disayangi oleh Tuhan.

Para anak emas biasanya sulit
untuk selamat sebagai orang dewasa,
tanpa bantuan orang tuanya.

Sedangkan para anak tembikar
hidup mandiri, gagah,
dan lebih sejahtera

(by Mario Teguh
)

he..he..aku merasa adem setelah membacanya....,yups....tak perlu meributkan anak mas atau anak kesayangan.....kan malah enak dapat perhatian khusus dari Tuhan. Terbersit rasa bangga dalam diriku....

Tapi semua itu luluh sudah ketika aku melihat anak2 kecil yang mendapat sebutan "anak jalanan".... Yang bahkan ada yang tidak tahu dimana orang tua mereka.... Meributkan kasih sayang bukanlah pembahasan yang penting bagi mereka....bahkan mungkin tidak sempat mereka pikirkan....

Tiap hari yang mereka pikirkan hanyalah..."besok aku harus bisa makan..." bukannya "besok aku makan apa ya?"...karena mereka tak perlu memikirkan menu apa yang akan dimakan,yang penting bisa makan...itu sudah lebih dari cukup....

Ya Tuhan.... tadinya aku begitu bangga...karena MERASA menjadi anak yang mendapat kasih sayang yang khusus dari-Mu.... tapi...bagaimana dengan mereka....???

bahkan mereka pun TIDAK MERIBUTKAN kasih sayang khusus dariMu....
bahkan mereka pun tidak mendapatkan pembekalan yang baik (dibaca : pendidikan) dalam mengenalMu....
tapi mereka medapat pengajaran langsung dariMu.... :)tentang solidaritas dan kasih sayang yang besar terhadap sesamanya (dibaca : satu komunitas)..., tanpa memperhitungkan dan mendebatkan apakah mereka saudara kandung atau bukan....

Maha Besar Engkau Ya Allah...
mereka jauuuuuh sangat berhak mendapatkan kasih sayang yang khusus dariMu.....

Selasa, 27 Juli 2010

TAKE IT or LEAVE IT.....




Hmm...setelah banyak hal yang kulalui....dimana aku sekarang sudah mulai bisa berfikir dan berkomentar...bahkan bersuudzon (berburuk sangka)...:) ternyata nggak semua orang cukup punya nyali besar (keberanian) untuk menerjunkan dirinya kepada masalah-masalah yang rumit. Tapi sudah pada umumnya jika manusia jauh lebih suka menghindar daripada menghadapinya.(termasuk aku kali ya...he he). Yang menhindari punya alasan tersendiri dan yang menghadapi juga pasti memiliki alasan tersendiri...

Bagi yang menghindari.... rata2 karena mereka cari aman, atau juga karena memang masih bisa dihindari kenapa tidak?? namanya bodoh dong...wong bisa dihindari kok nggak dihindari..itu namanya menyia-nyialan diri sendiri...he he he atau..hmm karena itu yang terbaik....;)
Bagi yang menghadapinya...mungkin karena disudutkan oleh suatu keadaan dimana ia tidak bisa menghindar lagi alias kepepet, mungkin karena sadar bahwa itu adalah risiko,atau menjadikannya sebagai bentuk rasa tanggung jawab atau karena ia yakin mampu menyelesaikannya...bahkan karena ada yang penasaran akan proses penyelesaiannya...:)

Tapi yang jelas...apapun itu...kita tidak bisa menolak apa yang dinamakan takdir...,
Banyak yang bilang ketika kita menghindar dari suatu masalah maka akan timbul masalah lain...(hmmm kadang bisa begitu sih...)
Tapi aku memiliki pemikiran yang lain lagi ...bagiku...ketika kita merasa sedang menghindar dari suatu masalah maka sebenarnya kita hanya berusaha menunda prosesnya bukan benar-benar telah berhasil menghindarinya....karena cepat atau lambat kita tetap akan dihadapkan oleh suatu masalah (ujian) dengan kadar kesulitan yang telah ditetapkan....he he...namanya juga Takdir...

Dan...mengenai keputusan untuk menunda prosesnya atau menghadapinya...masing-masing mempunyai hak untuk menetapkan pilihan...karena masing-masing jugalah yang bisa mengukur tingkat kemampuannya untuk terjun atau tidak....

Tapi satu hal yang perlu kita tanamkan...saya menyebutnya sebagai ujian kebijakan...ketika seseorang menghindari sesuatu dan tiba-tiba hampir semua kerumitan itu begerak cepat berbalik arah kepadamu...jangan tergesa2 menilai seseorang tersebut sebagai pengecut....karena sebenarnya kamu juga bisa mengambil keputusan seperti dia...betul nggak?? Tapi perlu diingat bahwa...bisa jadi ini adalah suatu masalah (ujian) yang pernah kamu tunda prosesnya....,jika belum mampu..ya ditunda lagi aja...besok-besok kamu pasti akan menemuinya lagi...:)

So...just TAKE it or LEAVE it.....:)

Senin, 19 Juli 2010

KESEMPATAN & PILIHAN


Di sebuah ladang yang subur, terdapat 2 buah bibit tanaman yang terhampar.

Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku sangat dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, serta kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”

Dan bibit yang pertama inipun tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”

Dan bibit itu pun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan memakannya segera.

***

Hmmm...sebuah cerita yang cukup membuat aku tersindir...he he he....

Sabtu, 17 Juli 2010

HITAM PUTIH


Hampir semua permasalahan yang terjadi, pasti akan mengangkat dua warna kontra yang menjadi pembanding dan dijadikan bahan acuan pembelaan untuk mendapatkan kemenangan.

Oh iya, dulu pernah salah satu customer di tempat aku bekerja, memberikan souvenir2 kecil barang2 sisa yang tidak Ia export.Banyak ragam souvenir..dan aku lebih memilih Black & White Penguin couple yang sebenarnya tempat garam dan merica.

Suatu ketika kupandangi Couple of Penguin tersebut...
Andai aku benar2 bisa bercakap-cakap dengan Pinguin Hitam dan Pinguin Putih...

Kenapa ya sesuatu hal yang baik diidentikkan dengan Putih? Sedangkan yang buruk diidentikkan dengan warna hitam?apakah sudah pasti begitu??

Ketika aku memakai baju warna Putih ..., timbul kekawatiranku ketika makan makanan yang berkuah kuning atau bersaos...aku takut kotor dan tenoda, terus ketika berjalan, aku takut banyak kena debu ntar warnanya jadi lusuh..,kalau kucuci takut mudah kelunturan...aaaahh...ribet banget..., banyak sekali batasan...dan ketakutan...

Tapi Ketika aku memakai baju hitam...., aku bisa makan dengan nikmat...tanpa ada rasa khawatir bajuku akan terlihat kotor jika ternoda, ketika jalan diluar pun..Ok2 saja...debu sudah seperti sahabatku...dan ketika kucuci...aku justru takut bukan kelunturan tapi melunturi yang lainnya...., aku bisa bergerak dengan cepat dan lebih berani...

Hmmm..kesannya ada pembelaanku untuk warna Hitam ya?

Ha ha ha waktu kecil memang memang sangat dibedakan sekali Hitam dan Putih...
Tapi kini aku melihatnya dari sudut yang berbeda....

Bagiku Putih sebagai Pengendali Hitam dan Hitam bisa menjadi Motivasi Putih...

Mungkin itu makanya penguin ini didesain berpelukan ya...? ha ha ha

BTW, kini penguinku telah kuberikan kepada teman baikku...(aku akan menulisnya diepisode lain kenapa penguinku kuberikan pada temanku...walah2 kayak sinetron aja ada episodenya)

Thanks for Black and White.....:)

Tapi yang Jelas...
Sang Pencipta Alam menciptakan sesuatu pasti bukan untuk sesuatu yang buruk...

dan kurasa diciptakan warna HITAM & PUTIH bukan untuk "berperang".

Kamis, 15 Juli 2010

My first note

Assalamu'alaikum to all blogger........

Semoga Allah senantiasa memberkahi setiap perjalanan kita....
BTW, ini adalah catatan pertamaku....:)

Aku termasuk seseorang yang tidak pandai bercerita.....
Tapi ada satu hal kejadian yang menarik hari ini....

Berawal dari sebuah inspiratif words.....

JANGANLAH
MENERIMA APA ADANYA, JIKA YANG LEBIH BAIK MASIH MUNGKIN.

MENGUPAYAKAN
YANG LEBIH BAIK, adalah sikap yang mensyukuri apa pun yang telah ada
pada diri ini, UNTUK MENCAPAI YANG TERBAIK bagi diri, keluarga, dan
sesama.

Mungkin, tidak ada orang yang lebih disia-siakan
...hidupnya, daripada dia yang diharuskan menerima apa adanya,saat...
yang lebih baik masih mungkin baginya.(By Bp.Mario Teguh)

Berawal dari itu semua...hingga akhirnya tersulutlah keberanian dari dalam diriku,untuk mulai sedikit menjadi "pemberontak" .(lho...lho...kok malah jadi pemberontak?)

Selama ini aku seringkali memilih diam dan mengalah bahkan ketika jelas2 terjadi pelanggaran hak atas diriku.
Tapi entahlah....akhirnya timbul pemikiran bahwa....itu semua tidak membuahkan perbaikan untuk diriku sendiri. Dan yang menyedihkan adalah..ketika seseorang menasihatiku bahwa..."Bukan mereka yang membuat kamu menderita,tapi justru kamu yang menerjunkan diri kedalam penderitaan itu..., ingatlah...bahwa apapun hasil dari hidupmu adalah apa yang kamu kerjakan....dan tentunya apa yang kamu putuskan..."

Mereka dalam hal ini adalah orang2 yang selama ini kuanggap sebagai "penjajah".....(wuuiiih agak lebay.com)

Hmmm.....yups ternyata bukan mereka yang menyia-nyiakan hidupku justru aku yang menyia-nyiakan diriku sendiri...karena aku terlalu menerima apa adanya, padahal yang lebih baik masih mungkin....

Dan ternyata kalimat ini cukup menginspirasi teman2 team di kantorku.....

"Aku tak punya lawan,Ya Allah,namun jika terpaksa ada lawan,biarkan kami seimbang dlm kekuatan,agar hanya kebenaran yg menang..."


Have a nice day for you all......